Sirep, Sri Lestari and Sri, Syatriani and Andy, Ayumar (2025) RISIKO KANDUNGAN LOGAM CROMIUM (CR) DAN BESI (FE) PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG: A LITERATURE REVIEW. Other thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar.
S1-22403056-JUDUL LR.pdf
Download (371kB)
S1-22403056-ABSTRAK.pdf
Download (384kB)
S1_22403056_DAFTAR_ISI.pdf
Download (296kB)
S1-22403056-BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (493kB)
S1-22403056-BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (725kB)
S1-22403056-BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (588kB)
S1-22403056-BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (702kB)
S1-22403056-BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (480kB)
S1-22403056-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (483kB)
S1-22403056-FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Depot Air Minum merupakan bentuk usaha pengelolaan penyediaan air minum untuk keperluan masyarakat dalam bentuk curah dan tidak dikemas. Kromium berpotensi terakumulasi dalam tubuh organisme dan dapat bersifat toksik dalam jangka panjang, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bagi organisme. Besi yang terlarut dalam air, jika dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, seperti kelemahan, batuk, sesak napas, bronchopneumonia, edema paru, sianosis, dan methemoglobinemia. Tujuannya untuk diketahui risiko kandungan logam Cromium dan Besi pada depot air minum isi ulang. Penelitian menggunakan literature review, sumber data didapatkan dari jurnal nasional dan internasional yang sudah dipublikasi pada database Google Scholar dan Elicit dalam lima tahun terakhir (2020 2025), terakreditasi Sinta dengan kata kunci “Besi dan Cromium” serta “Depot air minum isi Ulang”. Terdapat dua jurnal penelitian yang tidak memenuhi syarat Permenkes untuk cromium maksimal 0,01 mg/l. Penelitian Rahmi, sampel A = 0,1427 mg/l, B = 0,0226 mg/L. Penelitian Ahmad dan Taufiq, sampel A = 0,02 mg/l, sampel B = 0,03 mg/l, sampel C = 0,04 mg/l, sampel D = 0,02 mg/l, dan sampel E= 0,04 mg/l. Tujuh jurnal yang melebihi standar Fe yaitu di atas 0,2 mg/L pada penelitian Zendrato & Aruan, depot E = 0,59 mg/L dan F = 0,35 mg/l. Penelitian Rosita, Fe = 0,23 mg/l. Chanir et al, hasilnya depot 1 (1,323 mg/L), depot 2 (1,280 mg/L), dan depot 3 (1,355 mg/L). Julyane dan Rahamawati, Fe tertinggi pada sampel C=0,59 mg/l. Penelitian Addise, hasilnya lima sampel melebihi standar, besi tertinggi pada sampel R04= 2,16 mg/l. Berdasarkan hasil literature review, dari sepuluh jurnal menunjukkan dua jurnal tidak memenuhi syarat kandungan Cromium di atas 0,01 mg/L dan enam jurnal melebihi ambang batas besi 0,2 mg/L sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 2023. Perlu menjaga kualitas depot air minum isi ulang, guna perlindungan dari risiko logam Cr dan Fe, serta perlu dilakukan pengawasan depot air isi ulang sesuai standar Permenkes.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | STIK Makassar > S1 Kesehatan Masyarakat S1 Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | S1 Kesehatan Masyarakat STIK Makassar > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | SIREP SRI LESTARI |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 06:12 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 06:12 |
| URI: | https://eprints.stikmks.ac.id/id/eprint/89 |
